Pelatih timnas Rusia itu menilai, buruknya pembinaan sepakbola usia dini di Italia karena salah persepsi. Pelatih-pelatih di level usia dini dan junior harus fokus pada pengembangan skill individu pemain, bukan pada segi taktik menurut mantan pelatih AC Milan, Juventus, dan AS Roma itu. "Sepakbola level junior seharusnya menjadi pusat pembiakkan para pemain dengan menitikberatkan pada aspek teknik dan skill individu, bukan taktik. Dan para pelatih di level junior yang berfokus pada taktik, harus dipenjara karena itu adalah kejahatan dalam sepakbola!" ketus Capello kepada gazzettaregionale.it. Kegagalan Italia di Piala Dunia Brasil 2014 juga mendukung pernyataan Capello. Pemain-pemain Italia tidak mempunyai teknik dan skill individu yang spesial untuk bermain dalam tempo cepat. "Cepatnya tempo permainan sepakbola kelas dunia sekarang ini membutuhkan teknik dan skill individu yang hebat dari seorang pemain. Bukti ini sudah terlihat jelas di Brasil 2014. Sangatlah penting bagi para pelatih di level junior untuk berfokus pada aspek teknis pemain." tuntas Capello. Capello memang tidak asal bicara. Sebelum melatih Milan pada tahun 1991, Capello sudah menjabat sebagai pelatih tim Primavera AC Milan pada awal tahun 1980-an yang berisikan Paolo Maldini, Franco Baresi dan Alessandro Costacurta selama enam tahun. Capello bisa dibilang adalah seorang pelatih yang sukses. Empat gelar Serie A dan satu gelar Liga Champions dipersembahkan Capello untuk AC Milan, serta dua gelar juara La Liga bagi Real Madrid dan satu gelar juara Serie A untuk AS Roma. Sebelum menangani timnas Rusia pada Juli 2012, Capello menjadi pelatih timnas Inggris dari tahun 2007 hingga 2010. Rencananya, Capello tetap akan menjadi arsitek tim Beruang Merah hingga Piala Dunia tahun 2018 yang akan digelar di Rusia.
Capello: Penjarakan Pelatih Level Junior Italia Yang Berfokus Pada Taktik
BolaSkor - Minggu, 20 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Jumat, 05 Juni 2026
Misteri Pemain Seharga Rp3,1 Triliun yang Ingin Didatangkan Real Madrid
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kamis, 04 Juni 2026
Tak Cukup dengan Dumfries dan Konate, Mourinho Ingin Calafiori di Real Madrid
Kamis, 04 Juni 2026
Tinggalkan Juventus, Dusan Vlahovic Bisa Direkrut Gratis Klub-klub Peminat
Kamis, 04 Juni 2026
Kandidat Presiden Real Madrid Janjikan Erling Haaland, Manchester City Ancam Ambil Jalur Hukum
Rabu, 03 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pelatih Amerika Serikat Akui Didekati AC Milan
Rabu, 03 Juni 2026
Kabar Terbaru Bursa Transfer Pemain: Real Madrid Rekrut Denzel Dumfries, Manchester United Boyong Ederson
Selasa, 02 Juni 2026
Jangan Rekrut Rafael Leao, Manchester United
Minggu, 31 Mei 2026
Rafael Leao Tinggalkan AC Milan, Tantangan Baru Jadi Alasan
Minggu, 31 Mei 2026
Belum Genap Sehari Menganggur, Arne Slot Sudah Dikaitkan dengan AC Milan
PILIHAN EDITOR
Kamis, 04 Juni 2026
Kilas Balik Piala Dunia 1994: Penalti Roberto Baggio dan Suka Cita Brasil di Amerika Serikat
Kamis, 04 Juni 2026
5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026