BolaSkor.com - Kasus pelecehan rasial yang menimpa pemain Real Madrid Vinicius Junior, mendapatkan respons tegas dari FIFA.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, FIFA bersama Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) sepakat menyusun aturan baru yang melarang pemain menutupi mulut saat berbicara kepada lawan.
Kebijakan ini muncul setelah insiden yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dalam laga play-off Liga Champions antara Madrid dan Benfica di Estadio da Luz.
Baca Juga:
Soal Kasus Vinicius, Vincent Kompany Kecam Jose Mourinho
Pernyataan Resmi UEFA soal Dugaan Serangan Rasial kepada Vinicius Junior
Dalam pertandingan leg pertama tersebut, Prestianni dituduh melontarkan ujaran rasial kepada Vinicius.
Seperti dikabarkan Marca, FIFA dan IFAB menyetujui pelarangan penggunaan tangan, jersey, atau benda lain untuk menutupi mulut ketika berbicara dengan pemain lawan.
Finalisasi Aturan sebelum Piala Dunia 2026

Regulasi baru ini direncanakan akan difinalisasi sebelum Piala Dunia 2026, sehingga sudah berlaku dalam turnamen akbar tersebut.
Tujuan dari aturan tersebut tentu saja untuk meningkatkan transparansi komunikasi di lapangan dan mempersempit celah terjadinya rasisme yang sulit dibuktikan.
IFAB menilai praktik menutup mulut kerap digunakan untuk menghindari kamera dan mikrofon, yang pada akhirnya menghambat investigasi jika terjadi pelanggaran etik atau ujaran diskriminatif.