Kapten tim nasional Italia juga mengakui, kehilangan sosok Conte sebagai manajer adalah sebuah kerugian besar, ditambah mental para pemain dan pendukung yang terguncang akibat keputusan yang sangat mendadak ini. "Ini [keputusan Conte untuk keluar] adalah sebuah kerugian besar dan bagaikan petir di siang hari yang terik. Tetapi, kami tidak berada dalam kondisi buruk, dan tentu saja, kerja keras Conte selama ini tidak akan hilang begitu saja." ujar Buffon dalam situs resmi klub Juventus. "Kami kehilangan pelatih hebat, tetapi kami mempunyai pemain pemain yang luar biasa dan kami adalah klub yang menitikberatkan kepada masa depan. Kami harus membuktikan bahwa kami tetap akan kompeten dan solid meskipun tanpa Conte." lanjut sosok berjuluk Superman itu. Ketika ditanya apakah benar Conte pergi karena masalah Jventus yang ingin menjual Arturo Vidal dan Paul Pogba, Buffon mengaku itu bukanlah alasan Conte pergi, tetapi Buffon juga tidak tahu alasan tepat dari Conte untuk pergi dari Juventus Stadium. "Saya tidak tahu kenapa Conte pergi, tetapi Conte pergi bukan karena masalah transfer. Mungkin ada konflik yang sudah lama terjadi antara Conte dan manajemen. Yang jelas, ketika Anda sudah mencapai keputusan itu, sudah tidak ada lagi keinginan untuk bekerja sama lagi." tuntas Buffon. Kehilangan Conte bukanlah kehilangan seorang manajer. Maklum, Conte adalah salah satu pemain legendaris Juventus selama 13 tahun membela Bianconeri dari tahun 1991 hingga tahun 2004 silam. Tampil 419 kali di Serie A, Conte sukses mengantar Juventus meraih lima gelar Serie A, satu gelar Liga Champions, satu gelar Coppa Italia dan satu gelar Piala Super Eropa. Karier manajerial sosok berusia 44 tahun pun terbilang ciamik. Conte tercatat dua kali membawa klub Serie B promosi ke Serie A, yaitu Bari pada musim 2008-2009 sebagai juara Serie B dan Siena pada musim 2010-2011 sebagai runner-up Serie B. Musim 2011-2012 menjadi musim perdana Conte menangani Juventus, yang langsung berbuah gelar scudetto dan runner-up Coppa Italia. Musim kedua dan ketiga Conte bersama Juventus pun berbuah gelar scudetto dan juara Supercoppa Italiana. Conte juga menjadi manajer terbaik Serie A pada musim 2011-2012 dan 2012-2013 silam.
Buffon: Kepergian Conte Menjadi Kerugian Besar Bagi Juventus
BolaSkor - Selasa, 15 Juli 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Senin, 01 Juni 2026
Kevin De Bruyne Blak-blakan Mengaku Senang Antonio Conte Tinggalkan Napoli
Sabtu, 30 Mei 2026
Oliver Glasner Jadi Kandidat Kuat Pelatih Baru AC Milan
Jumat, 29 Mei 2026
Investor yang Menyamar, Zlatan Ibrahimovic Tidak Akan Dipecat AC Milan
Jumat, 29 Mei 2026
Negosiasi AC Milan dengan Mauricio Pochettino Berjalan Positif
Jumat, 29 Mei 2026
Inter Tertarik Membajak Adrien Rabiot dari AC Milan
Jumat, 29 Mei 2026
Didepak AC Milan, Massimiliano Allegri Mendarat di Napoli
Kamis, 28 Mei 2026
Lebih dari 600 Juta Euro, Belanja Pemain Manchester United di Serie A Sejak 2015/2016
Rabu, 27 Mei 2026
AC Milan Gagal ke Liga Champions, Luka Modric Balik ke Real Madrid?
Rabu, 27 Mei 2026
Cari Direktur Sepak Bola Baru, AC Milan Bidik Mantan Manchester City
PILIHAN EDITOR
Kamis, 04 Juni 2026
5 Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Salah Satunya Titisan Mesut Ozil
Rabu, 03 Juni 2026
Profil 11 Stadion Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Rabu, 03 Juni 2026
Sejumlah Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu, 03 Juni 2026
5 Klub yang Paling Banyak Sumbang Pemain ke Piala Dunia 2026: Manchester City Nomor Satu
Selasa, 02 Juni 2026
Tua-tua Keladi, 6 Pemain di Atas 40 Tahun yang Mentas pada Piala Dunia 2026
Senin, 01 Juni 2026
Profil Grup L Piala Dunia 2026: Inggris dan Kroasia Saling Sikut, Ghana Kuda Hitam
Minggu, 31 Mei 2026
Arsenal Perlu Berevolusi setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions
Minggu, 31 Mei 2026