Pernyataan Moggi sontak mengundang reaksi keras banyak pihak walaupun pada laga Serie A pekan lalu Juventus mampu menghabisi Inter dengan skor 3-1 di Juventus Arena. Menurut pandangan mantan bos Si Nyonya Tua saat ini Inter hanyalah tim papan tengah karena tak memiliki prestasi apapun. Berbanding terbalik dengan Juve yang mampu meraih dua kali gelar Serie secara beruntun dua musim terakhir. "Pertandingan antara Inter dan Juventus tak bisa lagi disebut Derby d'Italia. Itu terlalu berlebihan. Nama itu dipakai karena ketika itu Juventus dan Inter adalah tim terbaik di Italia. Saat ini, cuma Juventus saja. Inter sudah kehilangan keunggulan yang dimiliki semenjak Calciopoli. Mereka mengejar Juventus dengan selisih 26 poin, kini mereka kembali ke masa pra- Calciopoli, " ujar Moggi dilansir dari media Italia. Moggi, yang harus menjalani hukuman akibat tuduhan terlibat skandal pengaturan skor pada 2006 menilai Inter sudah kembali ke masa pra-Calciopoli, saat Juventus masih mendominasi sepak bola Italia.
Mantan Bos Juventus: Inter Bukan Tim Besar
BolaSkor - Jumat, 07 Februari 2014
- #Klasemen
- #Derby D'Italia
- #Serie A
- #Tim Besar
- #Juventus
- #Bos Klub
- #Inter Milan
- #Calciopoli
- #Presiden Klub
- #Luciano Moggi
- #Poin
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Marco Palestra Hempaskan Inter Milan demi Chelsea, Pilih Gaji Tinggi daripada Tampil di Liga Champions
Sabtu, 20 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup C-D Piala Dunia 2026: Brasil Ditempel Maroko dan Skotlandia, Amerika Serikat Segel Urutan Pertama
Jumat, 19 Juni 2026
Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
Kamis, 18 Juni 2026
Inter Milan Kirim Penawaran Resmi untuk Rekrut Marco Palestra, Kesepakatan Semakin Dekat
Kamis, 18 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup K-L Piala Dunia 2026: Portugal di Urutan Tiga, Inggris Ditempel Ketat Ghana
Rabu, 17 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup I-J Piala Dunia 2026: Norwegia di atas Prancis, Argentina Memimpin
Senin, 15 Juni 2026
Klasemen Sementara Grup E-F Piala Dunia 2026: Jerman dan Swedia Berada di Puncak
Minggu, 14 Juni 2026
Eks Pelatih Manchester United Terdepan Tangani AC Milan
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026