BolaSkor.com - Sejak bergabung dengan Napoli pada musim panas 2025, Rasmus Hojlund mengalami kebangkitan karier pasca tenggelam dengan Manchester United.
Man United merekrutnya dari Atalanta pada 2023 senilai 72 juta poundsterling (total) dan performanya tidak buruk pada musim debut.
Akan tapi sejak Man United ditangani oleh Ruben Amorim, yang membawa sistem bermainnya, Hojlund tak tampil dengan performa yang sama dan kesulitan tampil konsisten.
Baca Juga:
Sulit Mencari Kelemahan Michael Carrick, Manchester United Harus Segera Sodorkan Kontrak Permanen
Real Madrid Siap Ganggu Misi Manchester United Dapatkan Bruno Guimaraes
Kini di Napoli, Hojlund bangkit dengan Antonio Conte seperti halnya Scott McTominay sebelumnya. Hojlund telah menorehkan 14 gol dari 37 laga sejauh ini.
Sindir Manchester United

Rasmus Hojlund (uefa.com)
"Saya mendapatkan apa yang saya inginkan dengan transfer saya. Saya mendapatkan tim yang sangat percaya pada saya," ujar Hojlund kepada TV2.
"Klub yang sangat percaya pada saya. Direktur olahraga, presiden, dan pelatih yang menginginkan saya."
Hojlund mengakui nasibnya di Man United sudah ditentukan saat Amorim melatih, tidak memainkannya pada laga pembuka Premier League kontra Arsenal. Ia menyindir Amorim sebagai alasan performanya tak optimal di sana.
"Saya agak terkekang di akhir karier saya di Manchester. Saya tahu tidak akan ada banyak kesempatan bermain sepak bola bagi saya jika terus seperti ini," imbuh Hojlund.
"Saya senang bermain sepak bola di Manchester. Saya tahu bahwa, terutama di Denmark, citra media terbentuk bahwa semuanya buruk dan mengerikan, dan bahwa saya bermain seperti orang gila, tetapi bukan begitu cara saya memandangnya."
Tekanan dari Media

Rasmus Hojlund (fooball-italia)
Tekanan atau pemberitaan dari media, menurut Hojlund, juga sulit dibendung di era modern kini khususnya di media sosial.
"Sulit untuk tidak menggunakan ponsel. Dan jika Anda menggunakan ponsel, Anda pasti akan melihat apa yang ditulis tentang Anda dengan cara tertentu," kata Hojlund.
"Saat ini bisa di berbagai tempat, tetapi seringkali karena Anda ditandai di Instagram atau Facebook Anda."
"Jadi saya akan mengatakan bahwa akan menjadi kebohongan jika saya mengklaim Anda tidak membacanya."
"Media memiliki begitu banyak hal untuk dikatakan di dunia sepak bola ini, dan sulit untuk tidak terpengaruh."
"Tetapi ada banyak hal di baliknya, dan itulah mengapa saya kembali pada pentingnya untuk tidak pernah terlalu sombong dan, sebaliknya, tidak pernah terlalu rendah diri."
"Sekarang digambarkan seolah-olah saya kembali dan bermain sangat baik. Tetapi di dalam diri saya, pikiran saya berada di tempat yang sama sekali berbeda. Saya kritis terhadap diri sendiri."
"Saya masih ingin menjadi lebih baik, lebih terlibat dalam pertandingan dan mencetak lebih banyak gol, tetapi menyenangkan untuk mengamati bagaimana citra saya terus berubah," pungkasnya.