BolaSkor.com - Laga tunda pekan 25 Serie A 2025/2026 akan dimainkan antara AC Milan melawan Como di San Siro, Kamis (19/02) pukul 02.45 dini hari WIB.
Pertandingan itu pada akhirnya tetap dimainkan di San Siro, setelah sebelumnya ramai ditunda dan dimainkan di Australia, menyusul event Olimpiade musim dingin 2026.
Milan dan Como sama-sama memiliki motivasi berbeda jelang laga tersebut, dengan Milan ingin secepat mungkin menyegel tempat di empat besar (juga bersaing merebutkan Scudetto), serta Como yang berburu tiket Eropa.
Baca Juga:
AC Milan Unbeaten di 23 Laga, Luka Modric Dijadikan Panutan
AC Milan Belum Tawarakan Kontrak Baru untuk Christian Pulisic, Liverpool Siap Menikung
AC Milan Ingin Perpanjang Kontrak, Luka Modric Masih Pikir-Pikir Dahulu
Pada pertandingan terakhir kedua tim sebelumnya di markas Como, Milan menang 3-1 dan pelatih Como, Cesc Fabregas, menyindir Milan yang bermain pragmatis dan hasil akhir yang ditentukan kualitas individu.
Massimiliano Allegri Tetap Tenang

Massimiliano Allegri (Football-Italia)
Tidak memilih meladeni komentar Fabregas sebelumnya, Massimiliano Allegri memuji Como dan kinerja eks pemain Arsenal dan Barcelona tersebut. Terlebih, Como bertarung untuk zona Liga Champions.
"Saya rasa tidak ada perdebatan. Mari kita katakan saja bahwa Como dan Fabregas melakukan pekerjaan yang hebat, mereka berjuang untuk Liga Champions," ucap Allegri dilansir dari Sempre Milan.
"Mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam waktu yang singkat, jadi kami hanya bisa mengucapkan selamat kepada mereka."
"Lalu ada saat-saat ketika Anda bermain bagus dan saat-saat ketika Anda bermain kurang bagus."
"Bagi kami di Milan, penting untuk mendapatkan hasil melalui penampilan, yang bisa bagus atau buruk, dan kami memiliki tujuan yang harus dicapai, yaitu tempat di Liga Champions," tegasnya.
Fabregas juga tak lagi mengungkit komentarnya kala itu dan membahas soal timnya, Como, sebagai tim muda yang masih dapat berkembang.

Cesc Fabregas (x/Como_1907)
"Bermain bagus tidak selalu berarti menang. Sepak bola akan dijelaskan dengan cara yang berbeda," imbuh Fabregas.
"Kami harus melakukan hal yang benar, mencoba melakukan hal-hal dengan benar."
"Kami adalah sebuah tim dan perusahaan yang masih sangat muda, maka itulah jalannya. Kami belum siap untuk memenangkan Scudetto."
"Saya tahu kami bermain bagus, tetapi dari cara saya memahami sepak bola, di mana saya, misalnya, selalu harus menang dengan tim terbaik dan pelatih terbaik, seperti itulah."
"Bagi kami, jalannya tidak selalu lurus, tetapi itu membuat kami tumbuh. Itu membuat kami melihat sesuatu dari perspektif lain," pungkasnya.