BolaSkor.com - Debut kedua Massimiliano Allegri sebagai pelatih AC Milan berjalan dengan baik sejauh ini di Serie A.
Dalam posisi unggulan untuk mencapai target posisi empat besar atau zona Liga Champions, Milan bahkan secara matematis juga bertarung merebutkan Scudetto.
Saat ini, Milan tertinggal delapan poin dari peringkat pertama, Inter Milan (58 poin), tetapi Milan masih memiliki satu laga tunda.
Baca Juga:
Pisa vs AC Milan: Pulih dari Cedera, Christian Pulisic Siap Tampil
Bek AC Milan Sampaikan Harapan Bermain di Piala Dunia 2026
Peluang AC Milan Rekrut Dusan Vlahovic dengan Status Gratisan
Selain itu jika dibandingkan Inter yang membagi fokus di Liga Champions dan Coppa Italia, Milan sepenuhnya fokus di Serie A dan skuad dalam kondisi bugar.
Konsistensi dan kegigihan bermain Milan musim ini juga teruji dengan satu kekalahan, delapan hasil imbang, 14 kemenangan dengan catatan 38 gol dan kebobolan 17 gol.
Raja Gol Telat

AC Milan (X/Milan)
Resistensi atau kegigihan bermain Milan dapat dilihat melalui statistik menarik yang dikeluarkan oleh MilanPress.
Milan berada di puncak teratas statistik dari sisi gol setelah menit 90. Delapan dari 38 gol Milan musim ini dicetak di 15 menit terakhir pertandingan.
Beberapa gol itu bernilai poin, kemenangan dramatis, hingga gol yang menambah keunggulan Milan kala mereka dalam posisi unggul.
Gol yang menghasilkan poin itu seperti saat melawan Pisa, Genoa, dan baru-baru ini menghadapi Fiorentina.
Selain Milan, Juventus dan Lecce juga meraih banyak poin setelah waktu menunjukkan angka 90, sedangkan Napoli, Atalanta, Torino, dan Parma meraih dua poin.
Milan kini dalam momentum tak terkalahkan sebanyak 22 laga beruntun di Serie A, juga gigih bertarung hingga laga berakhir dengan statistik tersebut.
"Kami sudah setengah jalan menuju target yang telah kami tetapkan," kata Allegri soal target Milan.
"Ketika kami secara matematis berada di empat besar, barulah saya bisa melihat lebih jauh dari itu, tetapi hingga hari ini kuota untuk tempat di Liga Champions adalah 74 poin, sementara dengan performa Inter, kuota itu akan naik menjadi 86-88 poin."
"Itu hanya perhitungan matematis, di mana tim-tim berada sekarang, jika Anda berpikir mereka akan mencetak rata-rata dua poin per pertandingan, di situlah mereka akan berakhir."