5 Transfer Pemain Teraneh yang Mungkin Terlupakan pada 2016
BolaSkor.com - Memasuki 2026 para pengguna media sosial bernostalgia dengan kejadian 10 tahun lalu, sedekade lalu, ketika sebagian dari mereka masih muda dan lebih santai.
2026 merupakan tahunnya Brexit, comeback Craig David, momen ketika timnas Inggris diikalahkan Islandia, hingga Leicester City jadi juara Premier League.
Baca Juga:
Jean-Philippe Mateta Ajukan Permintaan Transfer, Juventus Siaga
10 Penjualan Termahal Sepanjang Masa Serie A pada Bursa Transfer Januari
Selain itu juga ada kenangan menarik dari transfer-transfer teraneh yang mungkin dilupakan fans sepak bola. Siapa saja?
1. Alvaro Arbeloa
Bagi fans West Ham United, 2016 merupakan nostalgia stadion lama, Upton Park, Slaven Bilic sebagai pelatih dan memiliki pemain seperti Dimitri Payet.
Namun, rekrutan West Ham cukup unik dengan hadirnya satu nama selain Jonathan Calleri, Simone Zaza, Sofiane Feghouli, dia adalah Alvaro Arbeloa.
Pada akhirnya Arbeloa hanya bermain tiga kali dan mempertegas opini, bahwa Arbeloa seharusnya pensiun ketimbang gabung West Ham (kala itu umurnya 33 tahun).
2. Seydou Doumbia
Fans sepak bola lawas yang memainkan game FIFA 13 akan mengenal nama yang satu ini, Seydou Doumbia.
Memiliki kecepatan, kekuatan, dan penyelesaian akhir, striker asal Pantai Gading momok di pertahanan lawan dan menjadikannya salah satu penyerang top dunia.
Akan tapi fakta berkata sebaliknya kala ia gabung Newcastle United, Doumbia hanya mencetak tiga gol dan Newcastle degradasi.
3. Steven Caulker
Masih menjadi salah satu transfer terunik dan terjadi pada musim pertama Jurgen Klopp melatih Liverpool, di tahun Pep Guardiola datang ke Manchester City juga.
Meminjam Steven Caulker, yang notabene bek, lalu memainkannya jadi penyerang juga menjadi keunikan lainnya. Caulker tampil tiga kali untuk Liverpool kala itu.
4. Alexandre Pato
Chelsea memulai 2016 dengan ancaman zona degradasi dan sempat dikaitkan dengan penyerang Leicester City, Jamie Vardy.
Transfer itu urung terjadi tapi Chelsea malah merekrut Alexandre Pato, yang mencetak satu gol dari dua penampilan.
Usia Pato kala itu masih berumur 27 tahun, tetapi performanya sudah menurun dan berbeda dari saat di Milan (Pato membela Corinthians).
5. Joe Cole
Bermain di League One atau divisi tiga sepak bola Inggris dan bermain di depan 12.000 fans di laga kandang.
Tidak pernah terbayangkan legenda Chelsea, Joe Cole, bermain di sana dan faktanya ia memperkuat Coventry City di penghujung karier pada 2015-2016.
Kendati tak lagi muda, kelas bermainnya permanen dan Cole mencetak dua gol untuk Sky Blues melalui cara yang spesial: tendangan bebas.