BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 sudah berada di depan mata. Seiring memasuki penghujung musim 2025/2026 di Eropa, Piala Dunia 2026 akan dimainkan di musim panas.
Tiga lokasi akan digunakan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 adalah Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat dengan format baru 48 tim.
Timnas Argentina merupakan juara bertahan sekaligus tim favorit juara seperti Spanyol, Prancis, Brasil, dan Inggris.
Baca Juga:
The Next Generation: 8 Wonderkid yang Berpotensi Curi Perhatian di Piala Dunia 2026
7 Pemain Top yang Absen di Piala Dunia 2026
5 Tim Favorit Juara Piala Dunia 2026, Inggris Tidak Masuk Lima Besar
Dari 48 tim itu juga ada sekiranya lima tim yang layak menyandang status tim kuda hitam. Berikut kelima tim tersebut.
1. Jepang

Hasil Jepang vs Brasil (X/brfootball)
- Kapten: Wataru Endo (33 Tahun)
- Pelatih: Hajime Moriyasu
- Prestasi: 4 Piala Asia, 1 AFC Asia/Afrika Challenge Cup
- Julukan: Samurai Blue
- Pemain Bintang: Ayase Ueda (Feyenoord), Wataru Endo (Liverpool), Kaoru Mitoma (Brighton & Hove Albion), Takumi Minamino (AS Monaco), Takefusa Kubo (Real Sociedad)
Negara Asia pertama sepanjang masa yang mengalahkan Inggris dan juga tak terkalahkan di delapan laga terakhir melawan negara Eropa. Berada di peringkat 18 dunia, Jepang layak jadi kuda hitam Piala Dunia 2026.
Terlebih, tim arahan Hajime Moriyasu baru ini diperkuat legenda sepak bola Jepang, Shunsuke Nakamura, ke dalam staf kepelatihan mereka. Menyajikan permainan yang menghibur, sudah selayaknya Jepang diwaspadai tim lainnya.
2. Kolombia
- Kapten: James Rodriguez (34 Tahun)
- Pelatih: Nestor Lorenzo
- Prestasi: 1 Copa America, 1 Medali Emas Central American and Carribean Games
- Julukan: La Tricolor, Los Cafeteros, La Sele
- Pemain Bintang: Luis Diaz (Bayern Munchen), James Rodriguez (Minnesota United), Jhon Duran (Zenit Saint Petersburg), Davinson Sanchez (Galatasaray)
Memainkan sepak bola atraktif selama kualifikasi dan menjadi tim yang merepotkan Brasil serta Argentina di Amerika Selatan. Talenta dalam skuad Kolombia dipimpin oleh eks Real Madrid, James Rodriguez.
Kolombia bangkit di bawah kepelatihan Nestor Lorenzo dan memiliki kombinasi bagus di dalam skuad, bermaterikan pemain muda dan senior.
3. Norwegia
- Kapten: Martin Odegaard (27 Tahun)
- Pelatih: Stale Solbakken
- Prestasi: 1 Nordic Football Championship
- Julukan: Landslaget
- Pemain Bintang: Erling Haaland (Manchester City), Alexander Sorloth (Atletico Madrid), Martin Odegaard (Arsenal), Antonio Nusa (RB Leipzig), Sander Berge (Fulham), Kristoffer Ajer (Brentford)
Pertama kali tampil di Piala Dunia sejak 1998. Norwegia layak jadi kuda hitam turnamen dengan nama-nama mengerikan di lini depan dari Erling Haaland, Alexander Sorloth, Jorgen Strand Larsen, yang didukung kreativitas sang kapten, Martin Odegaard.
Skuad Norwegia saat ini layak disebut sebagai skuad terbaik dengan generasi emas pemain-pemain matang di Eropa.
4. Maroko

Timnas Maroko (FIFA)
- Kapten: Achraf Hakimi (27 Tahun)
- Pelatih: Mohamed Ouahbi
- Prestasi: 2 Piala Afrika, 2 Piala Arab FIFA, 2 Medali Emas Arab Games
- Julukan: The Atlas Lions
- Pemain Bintang: Yassine Bounou (Al-Hilal), Achraf Hakimi (PSG), Noussair Mazraoui (Manchester United), Brahim Diaz (Real Madrid), Youssef En-Nesyri (Al-Ittihad), Sofyan Amrabat (Real Betis)
Menjadi negara dari Afrika yang mencapai semifinal pada Piala Dunia 2022, Maroko juga layak dilihat sebagai tim kuda hitam.
Maroko disiplin dalam bertahan, mengandalkan serangan balik, dan memiliki pemain-pemain berpengalaman yang berkarier di liga top Eropa.
Pada Piala Afrika 2025, Maroko menjadi juara melalui trofi yang 'diberikan' kepada federasi dari sang lawan, Senegal.
5. Belgia
- Kapten: Youri Tielemans (28 Tahun)
- Pelatih: Rudi Garcia
- Prestasi: 1 Medali Emas Olimpiade
- Julukan: The Red Devils
- Pemain Bintang: Kevin De Bruyne (Napoli), Jeremy Doku (Manchester City), Charles De Ketelaere (Atalanta), Thibaut Courtois (Real Madrid), Romelu Lukaku (Napoli)
Era emas Belgia dengan Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne sebagai pemain kunci telah berakhir. Tapi, fakta itu justru menjadikan Belgia sebagai tim kuda hitam dengan regenerasi pemain berbakat semisal Jeremy Doku, Charles De Ketelaere, dan Malick Fofana.
Terlebih, Piala Dunia 2026 juga dapat menjadi panggung terakhir bagi De Bruyne, Lukaku, hingga Axel Witsel untuk memberikan segalanya dan memimpin pemain muda ke puncak.