BolaSkor.com - Usai tersingkir dini dari Piala FA, Manchester United dipastikan memainkan laga paling sedikit musim ini dengan total 40 pertandingan.
Itu jadi catatan pertama bagi Man United sejak terakhir terjadi pada 1914/1915. Dampaknya, Man United kini memiliki banyak jeda sebelum pertandingan selanjutnya karena fokus sepenuhnya di Premier League.
Pasca imbang 1-1 melawan West Ham United, Man United memiliki jeda 12 hari sebelum laga berikutnya melawan Everton di Goodison Park, Selasa (24/12) Pukul 03.00 dini hari WIB.
Baca Juga:
Akhiri Rumor Latih Manchester United, Thomas Tuchel Teken Kontrak Baru dengan Timnas Inggris
Masih Ada Peluang bagi Marcus Rashford Kembali ke Manchester United
7 Pelatih yang Dikaitkan dengan Manchester United jika Tidak Mempermanenkan Michael Carrick
Banyak hal yang dapat dilakukan Michael Carrick dalam kurun waktu tersebut, terutamanya dalam membenahi isu Man United. Apa saja isu atau masalah Man United saat ini?
1. Status Benjamin Sesko

Benjamin Sesko (X/Cfc_Kemboi)
Musim debut Benjamin Sesko sebagai penyerang Man United tidak sepenuhnya berjalan mulus, tetapi tidak juga buruk.
Sesko, 22 tahun, telah mendulang tujuh gol dan memberikan satu assist dari 23 laga di seluruh kompetisi.
Situasinya tak mudah seiring pergantian pelatih dari Ruben Amorim menjadi Michael Carrick - sempat juga ditangani Darren Fletcher.
Kendati demikian, sejak berganti tahun menjadi 2026 Sesko tampil bagus dengan catatan lima gol (empat gol di liga), bahkan baru ini golnya menyelamatkan Man United dari kekalahan kontra West Ham United.
Kini, Carrick harus menimang opsi untuk setidaknya menjadikan starter setelah di lima laga terakhir turun dari bangku cadangan.
Pada lima laga tersebut, Bryan Mbeumo menjadi penyerang tengah. Dan melawan tim yang memainkan low block (pertahanan rendah), peran Sesko akan lebih dibutuhkan sebagai target man sekaligus penyerang destruktif yang menarik perhatian lini belakang lawan.
2. Efektif pada Penguasaan Bola

Tottenham Hotspur Vs Manchester United (x/premierleague)
Salah satu kelemahan Middlesbrough ketika dilatih Carrick adalah timnya mendominasi penguasaan bola, tetapi permainan mudah ditebak lawan.
Saat ini, Man United bermain lebih baik dengan penguasaan bola tidak lebih tinggi dari lawan dan efisien melalui serangan balik, transisi bermain cepat, juga pemanfaatan situasi bola mati.
Area tersebut harus dibenahi Carrick mengingat kemenangan Man United atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham terjadi saat penguasaan bola tim rendah.
Kontra Tottenham Hotspur, Man United menang dan unggul penguasaan bola karena Tottenham bermain dengan 10 pemain sejak awal laga..
Pekerjaan rumah Carrick adalah Man United tetap bermain baik, meraih kemenangan, meski punya penguasaan bola lebih dan serangan tak mudah ditebak lawan.
3. Rotasi Pemain

Selebrasi gol Manchester United (premierleague)
Man United memang sudah sepenuhnya fokus di Premier League setelah kandas dini di Piala Liga dan Piala FA. Saat ini pun Man United punya banyak waktu untuk pemulihan.
Akan tapi di masa depan, Man United juga akan memainkan dua laga dalam sepekan dan itu mengharuskan rotasi pemain.
Sejauh ini, Carrick tak mengubah susunan pemain awal Man United dan itu berujung kepada tingkat kebugaran, serta mental.
Terlebih, Carrick memiliki opsi di bangku cadangan Man United yang memungkinkan rotasi pemain.
4. Nasib Harry Maguire
Harry Maguire (Getty Images)
Dengan kontrak yang akan berakhir, nasib masa depan Harry Maguire tak ditentukan Carrick melainkan Man United dan sang pemain.
Namun, Carrick juga memiliki andil karena masukannya akan sangat berguna untuk Man United, juga dapat meyakinkan Maguire.
Berusia 32 tahun, Maguire kini menjadi salah satu pemain senior dan juga dapat diandalkan setiap kali dipercaya bermain - tidak diragukan lagi.
Masalahnya, Maguire juga memiliki isu kebugaran dan ia jarang satu musim penuh dalam kondisi fit.
Baru ini, Maguire bermain kembali setelah absen dua bulan karena hamstring (melewatkan sembilan laga), sedangkan musim lalu absen dan juga melewatkan sembilan pertandingan.
5. Pencarian Full-Back

Luke Shaw (X/ThaEuropeanLad)
Man United butuh gelandang tengah dan itu sudah bukan rahasia umum, mengingat Casemiro akan pergi di akhir musim, plus klub sudah mencari gelandang sejak musim panas 2025.
Kendati demikian, Man United juga dapat mencari full-back (bek kanan atau kiri) dari sekarang karena itu juga jadi titik lemah.
Luke Shaw baru ini melakukan kesalahan berujung gol kontra West Ham, plus kondisinya diragukan untuk bisa tetap fit dengan riwayat cederanya.
Dengan kontrak yang akan berakhir pada 2027, Man United seyogyanya mencari bek kiri baru.
Selain di kiri, area kanan pertahanan juga butuh tambahan pemain karena Diogo Dalot acapkali tampil inkonsisten, sedangkan Noussair Mazraoui pemain tim sebagai bagian rotasi atau juga pemain serba bisa, yang dapat bermain di kiri atau kanan.