BolaSkor.com - Fenomena giant killing atau momen saat tim kecil mengalahkan tim besar merupakan salah satu hiburan paling menarik untuk suporter netral, penonton sepak bola.
Itu seringkali terjadi pada turnamen domestik seperti Copa del Rey, Coppa Italia, Piala FA, hingga Piala Liga.
Baca Juga:
Klasemen Terkini Serie A 2025/2026: Juventus Mendekat ke Zona Liga Champions
Demi Persepsi yang Lebih Baik, 5 Pemain Aktif Terbaik Ini Butuh Titel Liga Champions
Klasemen Terkini Serie A: AC Milan Persempit Jarak, Juventus Sulit Tembus Zona Liga Champions
Tidak terkecuali momen itu juga terjadi di Liga Champions. Sejarah pernah mencatat klub-klub non-unggulan atau underdog terbaik yang pernah menciptakan momen magis di Liga Champions. Berikut ulasan lengkapnya:
1. Bodo/Glimt (2025/2026)

Selebrasi Bodo/Glimt (uefa)
Langsung saja, klub pertama merupakan klub dari Norwegia, Bodo/Glimt, pada Liga Champions 2025/2026.
Perjalanan tim arahan Kjetil Knutsen berlanjut hingga 16 besar dan melanjutkan kejutan usai menang atas Manchester City, Atletico Madrid.
Pada fase play-off, Bodo/Glimt menang dua kali beruntun pada dua leg melawan tim yang mencapai final dua kali dalam tiga tahun terakhir, Inter Milan.
Bermain di Conference League dan Liga Europa (semifinal 2025) menambah pengalaman Bodo/Glimt, yang baru menjalani debut di Liga Champions musim ini.
2. Ajax Amsterdam (2018/2019)
Ajax Amsterdam klub tradisional dari Belanda dan dikenal di Eropa, tetapi, Ajax dalam beberapa tahun terakhir bukan tim yang disegani di masa lalu dengan pemain-pemain berbakat mereka.
Tak ayal ketika Ajax versi 2018/2019 bermain, menghibur penonton di Liga Champions, skuad mereka diingat baik publik mulai dari Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Dusan Tadic.
Ajax bermain tanpa rasa takut, memainkan sepak bola menghibur, menyingkirkan Real Madrid dan Juventus sebelum kalah melawan Tottenham Hotspur. Performa mereka kala itu pengingat akan DNA Ajax.
3. AS Monaco (2003/2004)
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menjadi otak di balik perjalanan AS Monaco di Liga Champions 2003/2004.
Duet lini depan mematikan, Fernando Morientes dan Dado Prso, yang didukung pemain lain seperti Ludovic Giuly dan Patrice Evra.
Perjalanan Monaco mengundang decak kagum dengan menyingkirkan Real Madrid dan Chelsea di fase gugur, sebelum ditumbangkan Porto di final.
4. Villarreal (2005/2006)
Dilatih oleh Manuel Pellegrini, yang kini menangani Real Betis, Villarreal menjadi tim kuda hitam dengan memiliki pemain seperti Juan Roman Riquelme, Juan Pablo Sorin, Marcos Senna, dan Diego Forlan.
Villarreal melaju hingga semifinal, menyingkirkan Rangers dan Inter Milan, sebelum disingkirkan Arsenal saat penalti Riquelme gagal berbuah gol.
5. Porto (2003/2004)
Kisah underdog terbaik dalam sejarah Liga Champions. Nama Jose Mourinho mulai terkenal semenjak membawa Porto juara Liga Champions.
Porto menyingkirkan Manchester United, Mourinho melakukan selebrasi berlari di sisi lapangan, melaju ke final setelah sebelumnya mengalahkan Lyon dan Deportivo La Coruna.
Porto kala itu punya pemain seperti Ricardo Carvalho, Deco, dan Benni McCarthy. Porto bermain dengan cerdas, kompak, dan merepotkan tim-tim besar.