BenficaBenfica vs Real Madrid (X/FabrizioRomano)

Luisao, legenda Benfica dengan jumlah 500 penampilan lebih untuk klub pada medio 2000-an dan 2010-an, tidak melindungi Prestianni meski ia pemain Benfica dan menegaskan tak menolerir tindak rasisme.

"Jersey ini terlalu besar. Saya mencintai Benfica, itu kulit kedua saya, tetapi Anda harus layak mengenakan jubah suci ini," papar Luisao.

"Dan teks ini (oleh Prestianni) memperburuk (semuanya) karena itu bohong. Sepak bola dimenangkan dengan ketabahan, dengan semangat juang."

"Itu adalah tindakan rasis, ya, dan saya malu karenanya."

"Saya membela klub dan saya punya pengalaman, saya tahu apa yang saya bicarakan. Saya tidak menghakimi siapa pun."

"Saya hanya mengatakan bahwa Benfica terlalu besar untuk terlibat dalam hal ini, entah itu benar atau tidak. Meskipun, dari pengalaman, saya tahu kebenarannya."

"Berapa kali Anda merayakan kemenangan? Jangan lupa bahwa pekerjaan yang nyaman adalah untuk orang yang memiliki gelar terbanyak dan yang paling mencintai klub ini."

"Saya bahkan tidak akan menanggapi (penghinaan), bagi saya Anda bukan siapa-siapa. Bukan siapa-siapa," pungkas pria asal Brasil tersebut.