Pasca mengakhiri musim sebelumnya di peringkat tujuh, West Ham United diyakini dapat bersaing masuk zona Liga Champions.
Fakta yang terjadi justru sebaliknya. West Ham menjual Rio Ferdinand ke Leeds United, tetapi memiliki produk akademi top seperti Joe Cole, Jermain Defoe, Michael Carrick, hingga Glen Johnson.
Mereka dikombinasikan dengan Paolo Di Canio, Frederic Kanoute, David James, membentuk skuad yang bagus di atas kertas. Tapi yang terjadi West Ham justru berakhir di urutan 18 dengan catatan 42 poin. Degradasi.
4. Queens Park Rangers (2012/2013)
QPR membuktikan koleksi pemain-pemain bintang tak menjamin target tercapai dengan mudah.
QPR tak dapat sintas di musim 2012/2013, kala Manchester City menjadi juara liga dan mengalahkan rival sekota Manchester United.
Padahal, QPR memiliki pemain seperti Julio Cesar, Jose Bosingwa, Park Ji-sung, Shaun Wright-Phillips, Jermaine Jenas, hingga Louis Remy.
Sempat dilatih Mark Hughes, QPR setelahnya ditangani Harry Redknapp dan degradasi dengan catatan 25 poin pada posisi 20 klasemen.
5. Middlesbrough (1996/1997)
Finish di urutan 19 Premier League 1996/1997 dengan meraih 39 poin. Middlesbrough arahan Bryan Robson gagal sintas dengan skuad yang bagus.
The Boro memiliki pemain seperti Fabrizio Ravanelli serta trio Brasil Juninho, Emerson, dan Branco.