
Gol semata wayang United bermula dari umpan Bruno Fernandes yang sukses dimanfaatkan Matheus Cunha.
Bagi Rosenior, gol tersebut menjadi bukti bahwa timnya masih memiliki masalah tidak hanya dalam serangan, tapi juga bertahan.
Rosenior menilai kelengahan di momen krusial seperti itu tidak boleh terus terjadi jika ingin bersaing di papan atas.
"Kami harus bertahan lebih baik di momen itu. Kami tidak melakukannya," ujar sang pelatih.
Kekalahan keempat beruntun bagi Chelsea di Premier League ini membuat tekanan terhadap Rosenior semakin besar.
Meski demikian, pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan.
Rosenior tetap optimistis timnya mampu bangkit dan mengejar posisi lima besar yang masih terbuka secara matematis.
"Justru saya yang memberi tekanan terbesar pada diri saya sendiri. Kami hanya perlu terus bekerja sama dengan staf dan para pemain untuk membalikkan keadaan," jelas dia.
"Mengenai peluang untuk finis di lima besar? Tentu saja."