Sejak set pertama, pertandingan langsung berjalan ketat. Bandung bjb Tandamata sempat unggul lebih dulu, namun kehilangan fokus saat JPE menyamakan kedudukan 16-16. Momentum itu dimanfaatkan sang juara bertahan untuk merebut set pembuka dengan skor 25-16.
Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, Bandung bjb Tandamata tampil agresif di set kedua. Keunggulan cepat 4-0 sempat terkejar, namun tuan rumah mampu menjaga ketenangan di poin-poin krusial untuk mengunci kemenangan 25-22 dan menyamakan skor 1-1.
Pertarungan kian memanas di set ketiga. Bandung bjb Tandamata kembali memimpin cukup jauh hingga 12-6, tetapi JPE menunjukkan mental juara dengan perlahan mengejar, membalikkan keadaan, dan merebut set ketiga 25-22 untuk unggul 2-1.
Tertinggal satu set tak membuat Bandung bjb Tandamata patah semangat. Di set keempat, tuan rumah tampil dominan sejak awal dan tak memberi ruang bagi JPE untuk mengembangkan permainan. Set keempat pun menjadi milik Bandung bjb Tandamata dengan skor 25-18, memaksa laga berlanjut ke set penentuan.
Di set kelima, energi terakhir benar-benar dikerahkan. Dukungan publik Si Jalak Harupat menjadi bahan bakar tambahan bagi Bandung bjb Tandamata untuk melesat dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 15-8.