Starting XI Persija saat menjamu Arema FC di SUGBK, Jakarta, Minggu (8/2). (Media Persija)
Ricky Nelson memahami bahwa dengan kondisi saat ini, Persija Jakarta tidak boleh terpeleset lagi.
Kekalahan dari Arema FC di kandang pada pekan lalu jadi pukulan telak bagi skuad Persija.
Hasil buruk di kandang itu membuat Persija kini terpaut 6 poin dari puncak klasemen yang ditempati Persib Bandung.
Jika kembali kalah atau meraih hasil imbang, upaya Persija untuk mengejar Persib diprediksi bakal semakin berat, meskipun kompetisi masih cukup panjang.
Laga kontra Bali United juga dipastikan tidak mudah untuk Persija. Di putaran pertama saat laga digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Bali United sukses menahan imbang Persija 1-1.
Bahkan, statistik Persija ketika menghadapi Bali United di Dipta sangat buruk. Rizky Ridho dan kawan-kawan terakhir kali menang di sana pada tahun 2018, ketika masih dilatih oleh Stefano Cugurra Teco.
Sementara itu, di empat pertandingan lainnya, Persija selalu kalah. Total, sejak 2017, dari enam laga di Dipta, Persija hanya menang sekali dan sisanya adalah kemenangan untuk Bali United.
"Yang paling penting kami memperbaiki masalah mental yang dalam seminggu ini," ujarnya.
"Kekalahan dari Arema di kandang itu cukup mengganggu, sehingga minggu ini tim pelatih dan juga pelatih kepala menyiapkan tim untuk bagaimana, kembali lagi, bahwa melihat kompetisi masih panjang."
"Dan, kita mau berusaha kembali untuk bisa menuju posisi yang kita inginkan, yaitu bisa tetap dekat dengan posisi yang pertama," tutur Ricky Nelson.