Galatasaray 5-2 Juventus (Getty Images)
Spalletti hanya melihat timnya mengalami kemunduran langkah dan bukan satu langkah, bahkan tiga langkah, dengan karakter bermain serta kesalahan yang kerapkali terjadi.
"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba untuk kembali ke performa terbaik dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar kehilangan karakter,” tutur Spalletti dikutip dari Sky Sport Italia.
"Ini bukan satu langkah mundur, tetapi tiga langkah mundur malam ini."
"Jelas, Cambiaso mengambil risiko kartu kuning kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini ketika Anda memiliki seseorang yang sudah mendapat kartu kuning, bijaksana untuk melakukan pergantian pemain."
"Namun, kami menerima dua kartu kuning lagi dalam 15 menit pertama, kemudian kami semakin merugikan diri sendiri dengan tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut."
Juventus kebobolan banyak gol pada beberapa laga terakhir dan Spalletti masih memiliki keyakinan, apabila sepak bola terbaik dimainkan dengan mindset (pola pikir) permainan ofensif.
"Saya yakin kami bisa meringankan beban pertahanan jika kami mampu bermain sepak bola (ofensif)," yakin Spalletti.
"Jika kami membangun barikade dan melakukan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu, kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun masuk."
"Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif. Jika kami turun di bawah standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan gol," urainya.