Yoo Jae-hoon menjelaskan bahwa dirinya merasa tertantang bergabung dengan Persijap yang sedang berjuang untuk bisa bertahan di Super League.
Saat ini, Persijap menempati zona merah, tepatnya di peringkat 16 dengan 18 poin. Tim dengan julukan Laskar Kalinyamat itu juga mencatatkan jumlah kebobolan 39 gol, termasuk tinggi tapi yang terbaik di antara tim lain di zona degradasi.
"Seorang pelatih tidak bisa cari tim yang kuat saja. Memang itu yang saya cari, tidak seru kalau saya cari tempat yang nyaman saja," ujar Jae-hoon.
"Saya akan menikmati dengan tim saya saat ini (Persijap)," ucap pelatih yang memulai karier bermainnya di Indonesia di Persipura Jayapura tersebut.
Yoo Jae-hoon berharap kedatangannya bisa membuat kiper Persijap bermain lebih baik. Ia akan mewariskan ilmu-ilmu yang didapatnya ketika menjadi pemain sampai saat bertugas sebagai asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
"Supaya Persijap tetap bisa bertahan di Super League musim depan," janji Jae-hoon.
Karier kepelatihan Yoo Jae-hoon dimulai ketika diminta Shin Tae-yong membantunya di Timnas Indonesia pada 16 Februari 2020.
Sebelumnya, dia dikenal sebagai kiper asing yang sejak 2010 sampai 2015 di Persipura Jayapura. Dua kali dia mengantarkan Mutiara Hitam, julukan Persipura, juara kompetisi kasta tertinggi di Indonesia musim 2010-2011 dan 2013.
Klub Indonesia lain yang pernah dibela Jae-hoon antara lain Bali United FC, Borneo FC Samarinda, Mitra Kukar, dan Barito Putera.