Juventus 3-0 Napoli (FotMob)
Bersama Spalletti, Juventus tahu cara mengontrol tempo bermain dan juga menekan (pressing) dengan tujuan yang jelas.
Perlahan, gaya main tersebut dipadukan dengan efektivitas mencetak gol dan statistik memperlihatkan kebangkitan Juventus.
Pasca melalui 18 laga Serie A, Spalletti membawa Juventus meraih 12 kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kekalahan.
Itu sama dengan rata-rata 2,08 poin per laga dan berbeda dari sebelumnya, saat dilatih Tudor, dengan catatan 1,5 poin per laga saat ia memimpin di delapan laga liga pertama.
Perubahan lain yang terlihat adalah konsistensi karena Juventus lebih tenang kala menguasai bola, lebih agresif bermain tanpa bola, dan juga berbahaya ketika menyerang.
"Pertandingan (lawan Napoli) selalu terbuka karena ketika Anda tidak memanfaatkan peluang dan hasilnya tidak aman, sesuatu yang tak terduga dapat terjadi dari setiap kejadian," kata Spalletti dilansir dari Football-Italia.
"Bagi saya, yang mendasar adalah mereka selalu melakukan hal yang sama. Idenya selalu untuk menyerang dan menekan."
"Bremer sangat bagus dalam duel satu lawan satu di lapangan terbuka. Hojlund kuat secara fisik, teknis, dan dalam berlari di belakang pertahanan lawan. Dia menangani duel satu lawan satu itu dengan sempurna," pungkasnya.