MohamedMohamed Salah (X/MoSalah)

Bak menyiram bensin ke api, Mohamed Salah menyindir Slot dengan gaya bermain Liverpool. Itu memanaskan isu keretakan hubungan keduanya, mengingat sebelumnya Mo Salah juga menyindir Slot karena jarang main.

Kali ini, bintang asal Mesir yang akan pergi di akhir musim tersebut membandingkan permainan Liverpool kini dengan dulu, di era Jurgen Klopp, dengan permainan heavy metal: rajin melakukan pressing (menekan) kepada lawan dan membuat lawan takut.

"Kekalahan lagi musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima para penggemar kami," tutur Mo Salah di Instagram.

"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang heavy metal dan menakutkan bagi lawan, serta kembali menjadi tim yang memenangkan trofi."

"Itulah gaya sepak bola yang saya tahu dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya."

"Ini tidak bisa ditawar dan setiap orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya," tegas Mo Salah.

Mo Salah berharap dapat meninggalkan Liverpool musim ini dalam kondisi yang bagus, mencapai target minimal lolos Liga Champions musim depan.

"Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihatnya sukses untuk waktu yang lama setelah saya pergi," harapnya.

"Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," urai Mo Salah.