Meski menelan kekalahan telak, Serpong City menunjukkan perkembangan, khususnya di babak kedua. Setelah tampil gugup di awal laga, para pemain mulai berani bermain dan menunjukkan karakter.

Atmosfer pertandingan yang dipadati penonton juga menjadi tantangan tersendiri bagi skuad muda tersebut. Tekanan dari tribun membuat performa tim belum maksimal sejak awal laga.

"Di babak pertama mereka seperti kaget dengan atmosfer. Tapi setelah itu, kepercayaan diri mulai muncul," ucap Ricky.

Terlepas dari hasil akhir, Ricky tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai promosi delapan pemain dari akademi menjadi bukti nyata bahwa Serpong City memiliki jalur pembinaan yang jelas.

Para pemain tersebut sebelumnya ditempa di level usia muda, termasuk Piala Soeratin U-17, sebelum akhirnya naik ke level senior melalui Liga 4.

"Ini memang tujuan kami. Mereka berkembang dari kelompok usia ke level senior. Kami ingin mereka terus belajar dari setiap pertandingan," tutupnya.