Namun, kemudian City berhasil menggaet Tevez. Sambutan besar-besaran disiapkan oleh City. Di momen inilah sebutan Noisy Neighbour alias tetanggan yang berisik, keluar dari mulut Sir Alex Ferguson, manajer Man United.
"Seketika, sejak saat itu publik mulai memperhatikan Manchester City. Robinho adalah sebuah momen. Carlos Tevez adalah sebuah momen. Kami mengubah wajah klub saat mendatangkan David Silva dan Yaya Toure pada 2010," ujar Cook.
Satu Dekade Kemudian
Dalam rentang satu dekade setelah diambil alih Abu Dhabi, City mampu menggaet pemain-pemain top dunia. Mereka berhasil menjuarai Premier League tiga kali, sekali Piala FA, dan tiga Piala Liga. Mereka juga mampu menembus semifinal Liga Champions.
Musim lalu, armada asuhan Pep Guardiola mencatat rekor Premier League dalam jumlah poin, gol, dan kemenangan. Mereka membangun akademi kelas dunia yang menghabiskan 200 juta pound dan menginvestasikan jutaan pound lain untuk membangun area seputar stadion.
"Ada kebanggaan saat mengetahui kami tidak akan pernah melupakan dari mana kami berasal," kata Cook.

"Sepuluh tahun lalu, anak-anak tidak mau memakai jersey City karena mereka tidak merasa bangga. Kini orang di seluruh dunia memakai jersey Man City dengan penuh kebanggaan."
City memang berubah total. Membandingkannya dengan era sebelumnya bak bumi dan langit. "Sangat mudah melihat perbedaan dari sebelum pengambilalihan. Dari program dan infrastruktur. Kami sudah memiliki stadion kelas dunia. Kemajuan yang dialami sangat luar biasa," kata Vincent Kompany, salah satu pemain pertama yang datang di awal masa pengambilalihan.
Kini yang masih harus ditunggu adalah apa yang bakal terjadi sepuluh tahun kemudian. Juara Liga Champions?