
Amad yang sedang menjalani tugas bersama Pantai Gading di Piala Afrika bersiap menghadapi Mesir di perempat final.
Meskipun menegaskan fokus penuh adalah membantu Pantai Gading mempertahankan gelar, Amad merasa sulit untuk menghadapi berita tentang Amorim.
"Itu topik yang sulit. Saya sedih karena dia adalah pelatih yang memberi saya lebih banyak kesempatan untuk bermain di Manchester United," ujar Amad Diallo.
"Saya sangat sedih. Saya bahkan mengiriminya pesan untuk berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan untuk saya, baik dalam hidup saya dan terutama dalam karier saya."
"Saya mendoakan yang terbaik untuknya di mana pun dia berada. Ini adalah momen yang sulit bagi saya," lanjut dia.
Amad mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Amorim lebih dari sekadar pemain dan pelatih.
"Kami memiliki hubungan yang sangat baik, hampir seperti hubungan ayah dan anak," tutur Amad.
"Dia memahami saya, memberi saya banyak nasihat, dan membiarkan saya bermain bebas."
"Ini sangat disayangkan, tetapi itulah hidup. Anda harus beradaptasi, itulah sepak bola," kata Amad menambahkan.