Ini menjadi ketiga kalinya City menelan dua kekalahan beruntun pada musim ini.

Serangkaian hasil mengecewakan ini membuat pelatih City Pep Guardiola menelan tombol bahaya.

Sang pelatih mengakui tim asuhannya sedang berada dalam periode sulit.

Namun, Guardiola menepis kekalahan ini disebabkan karena pasukannya telah meremehkan lawan.

Menurut Guardiola, kekalahan ini tidak lepas dari adanya masalah konsistensi dan mentalitas yang sedang menghinggapi skuadnya sejak tahun baru.

"Segala sesuatunya seolah berbalik melawan kami," ujar Guardiola di laman resmi Manchester City.

"Kami kehilangan pemain-pemain kunci yang biasanya memberikan stabilitas, dan saat ini tim terasa sedikit rapuh."

Guardiola juga menekankan tim asuhannya harus segera keluar dari tekanan mengingat jadwal padat yang menanti.

"Rasanya segala sesuatu yang bisa berjalan salah, benar-benar terjadi. Itu adalah fakta yang harus kami terima dan segera kami ubah," pungkas Guardiola.

Saat ini City tercatat belum memenangi satu pun dari empat laga terakhir di Premier League, yang membuat mereka tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen.

"Kami harus bangkit kembali, hasil sejak 2025 tidak bagus, baik di Premier League maupun di sini," kata sang pelatih.

Di Liga Champions, City juga harus berjuang keras untuk bisa meraih tiket otomatis ke fase berikutnya.

City kini wajib menang di laga terakhir fase liga melawan Galatasaray jika ingin mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar.

"Kami akan terus maju, melawan Wolves dan kemudian Galatasaray. Kami merasa semuanya berjalan tidak sesuai rencana, detail-detailnya, tapi kita harus mencoba mengubahnya," ujar Guardiola.