Liverpool, juga dengan klub besar Premier League lainnya, seyogyanya mengincar pemain yang tengah naik daun dari RB Leipzig, Yan Diomande.

Baru datang dari Leganes ke RB Leipzig seharga 20 juta euro, Diomande mencuri perhatian dengan tujuh gol dan empat assists dari 20 laga Bundesliga, membantu Leipzig bersaing di empat besar klasemen.

Namun, Liverpool harus bersabar merekrut pemain yang dilabeli dengan harga 100 juta euro tersebut, sebab Diomande punya masalah kontrak.

Menurut spesialis kabar transfer, Sacha Tavolieri, pembicaraan Liverpool soal Diomande tertunda karena ia punya kontrak dengan mantan agensinya yang bertahan hingga 2027, yang ditandatangani sebelum ia berganti ke Roc Nation.

Yan Diomande (@eurofootcom)

"Ekslusif: Liverpool menunda negosiasi dengan Yan Diomande!" terang Tavolieri.

"The Reds telah mengetahui adanya kontrak yang sah (berlaku hingga Desember 2027) antara pemain asal Pantai Gading itu dan agensi yang ditinggalkannya untuk Roc Nation."

"Kontrak tersebut terdaftar secara sah di Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA)."

"Yan Diomande juga dilaporkan telah menyerahkan hak citranya kepada agensi lamanya — sebuah prasyarat mendasar, tanpa itu mustahil untuk menegosiasikan kontraknya dengan LFC."

"Kebuntuan ini memaksa Liverpool untuk menunggu hingga situasi pribadi tersebut terselesaikan sebelum melanjutkan negosiasi."

"Kesepakatan itu mengikatnya dengan hak citranya dan artinya, Liverpool harus bersabar jika ingin mengamankan kesepakatan Diomande sampai masalah hukum itu terselesaikan dengan baik."

Diomande juga sadar ada klub Premier League yang tertarik kepadanya, tetapi ia tetap fokus dengan Leipzig.

"Saya berusaha untuk tetap berkonsentrasi, mendengarkan arahan staf pelatih, dan memainkan permainan saya sendiri," kata Diomande dikutip dari Goal.

"Orang-orang bisa melihat semuanya berjalan dengan baik, jadi saya tidak akan berhenti."

"Teman-teman saya mencoba untuk menyemangati saya, tetapi saya berusaha untuk tetap fokus dan tenang. Bagi saya, ini akan memakan waktu sekitar dua atau tiga tahun."

"Saya juga bekerja keras, dan saya senang, karena semuanya terjadi begitu cepat, dan saya berharap untuk terus maju sampai musim berakhir," urainya.