Arya menyayangkan masih adanya suporter yang melakukan tindakan seperti rasisme dan ujaran kebencian terhadap pemain.

Kasus ini mencuat setelah Kakang Rudianto dari Persib Bandung dan Mikael Tata dari Persebaya Surabaya menjadi korbannya.

"Itu yang kita cukup sedih. Sebenarnya di dunia ini sepak bola fairplay-nya kuat. Sepak bola itu fair play. Dan, anti-rasisme itu sudah jadi gerakan di sepak bola."

"Jadi, sampai kenapa kita terlalu gampang tangan kita untuk menulis ataupun omongan kita terlalu gampang untuk rasis," tutur Arya.