AksiAksi pemain Timnas Futsal Indonesia, Evan Soumilena. (FFI)

Di atas kertas, Indonesia berada di kepungan tiga raksasa futsal Asia. Irak dan Kirgiztan menjadi dua tim yang dalam beberapa tahun terakhir kekuatannya terus membaik.

Sementara itu, Korea Selatan tengah membangun kembali kekuatannya di bawah asuhan pelatih Portugal, Paulo Fernandes.

Kirgiztan dan Irak lolos ke putaran final setelah menjadi juara grup di babak kualifikasi dengan catatan sempurna. Kedua tim menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.

Sedangkan, Korea Selatan meraih tiket putaran final Piala Asia Futsal 2026 dengan menjadi runner-up Grup B, di bawah Thailand.

Yang disoroti oleh Souto dari Korea Selatan adalah keberhasilan mereka menahan imbang Thailand di babak kualifikasi, serta hanya kebobolan dua kali dari tiga pertandingan.

"Kirgiztan mengalami perkembangan besar tahun lalu, beberapa kali lolos ke Eropa dan memiliki warisan dari Juiz Bernat dan transfer ke Djetibaev. Pelatih Djetibaev, mereka memainkan pertandingan yang luar biasa, mereka mendapatkan posisi pertama di grup," ujar Souto.

"Irak juga mendapatkan posisi pertama di grup. Saya tidak perlu berbicara tentang pelatih mereka (Joao Carlos), karena semua orang mengenalnya dari kariernya di Brasil, di Foz do Catarata, di Marreco."

"Dan juga Paulo Fernandes, jika Anda mengenalnya dan rekam jejaknya. Dia adalah pelatih yang sangat bagus dari Portugal, sudah di Benfica, sudah di Sporting."

"Anda lihat empat pertandingan terakhir Korea, mereka hanya kebobolan dua gol, dan itu pun dalam hasil imbang melawan Thailand, mereka bisa mengalahkan Bahrain. Jadi, terkadang ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.

Setiap Laga adalah Final

Lanjut Baca lagi