
Guardiola mengakui meladeni strategi low block yang diterapkan Crystal Palace sangatlah sulit.
Karena itulah Guardiola sangat bersyukur memiliki pemaion seperti Foden.
"Pertandingan jenis ini, blok rendah, Palace bertahan dengan sangat baik. Anda membutuhkan kualitas, percikan bakat, visi, sesuatu yang tidak ada di papan taktik, video, atau latihan," ujar Guardiola dikutip dari laman Manchester City.
"Dia (Foden) menerima bola di dalam ruang kecil dan menciptakan sesuatu yang hanya bisa diberikan oleh pemain bagus. Saya sangat senang untuknya," tambah sang pelatih.
Dalam laga ini, Guardiola melakukan enam perubahan pada susunan pemainnya.
Salah satu eksperimen yang paling menonjol adalah menempatkan Foden di peran gelandang jangkar yang lebih dalam.
Guardiola terkesan dengan kedisiplinan pemain jebolan akademi tersebut.
"Apa yang paling saya hargai adalah dia bermain sebagai gelandang bertahan, posisi yang tidak biasa baginya. Dia banyak membantu Bernardo Silva dan kemudian kami ingin dia tetap dekat dengan kotak penalti karena di sana dia unik," jelas Guardiola.
Foden dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut dan mendapatkan sambutan meriah dari publik Etihad saat ditarik keluar.
"Tentu saja saya sangat senang bisa berkontribusi pada gol dan membantu tim meraih tiga poin, yang merupakan hal terpenting," kata Foden.