Meskipun kesalahpahaman itu sudah terselesaikan, Klok mengatakan bahwa manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang sebenarnya tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut Klok sebagai rasis, bahkan hingga setelah pertandingan selesai.
"Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dna esensi dari permainan ini," harap Klok.
Klok berharap adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan namanya, sekaligus menyebarkan tuduhan yang tidak benar.
Persib Bandung juga memberikan dukungan penuh terhadap sang kapten. Tim berjuluk Pangeran Biru itu menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas.
"Oleh karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang," tulis keterangan Persib.
"Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia," tutup keterangan itu.
Penulis: Gazza Roosaryatama