Salah satu sosok yang mengenal baik Abdelkarim, Alaa Abdou, memberikan gambaran soal gaya bermain sang pemain.
Menurut pelatih Abdelkarim pada tim usia muda Al-Ahly tersebut, Abdelkarim memiliki persamaan dengan striker Manchester City, Erling Haaland.
"Saya mengenalnya sejak dia berusia 14 tahun dan telah mengikuti perkembangannya dengan saksama. Selama tiga tahun terakhir, permainannya semakin mirip dengan Haaland," tutur Abdou kepada Mundo Deportivo.
"Dia adalah perpaduan antara kekuatan, kecepatan, dan penyelesaian yang cerdas. Dia adalah striker yang lengkap: bagus dalam duel udara, memposisikan diri dengan baik di dalam kotak penalti, dan mampu mencetak gol dari peluang yang setengah matang."
Barcelona perlu bersabar karena Hamza masih dalam tahap pengembangan, tetapi potensinya sangat besar.
"Dia masih perlu belajar banyak hal, terutama soal pergerakan tanpa bola dan pengambilan keputusan. Tapi mentalitasnya sangat bagus," imbuh Abdou.
Barcelona melihat Hamza Abdelkarim sebagai proyek jangka menengah hingga panjang. Jika mampu berkembang sesuai harapan bersama Barcelona Atletic, bukan tidak mungkin penyerang muda Mesir itu akan mendapatkan kesempatan menembus tim utama di masa depan.