Ia juga menyoroti identitas klub yang ditampilkan melalui desain jersey terbaru Pelita Jaya. Meski tetap mempertahankan warna khas yakni oranye, terdapat sentuhan motif gigi balang yang melambangkan ketegasan dan keberanian.
"itu merepresentasikan Jakarta. PJ adalah tim Jakarta yang berdiri sejak 1988. Kita tim yang konsisten, tangguh menghadapi rintangan. Kita sudah empat kali juara nasional, dan sekarang mengejar bintang kelima," lanjut Andiko.
Keyakinan serupa datang dari pemain andalan Pelita Jaya, Muhamad Arighi. Menurutnya, komposisi tim musim ini memberi energi baru dan membuat Pelita Jaya tampil berbeda.
"Banyak perubahan di Pelita Jaya dan semuanya baik untuk kita. Kekurangan tahun lalu kita perbaiki, dari pemain impor sampai lokal. Tim sekarang sangat fresh dengan sistem baru dari Coach Dave. Kita akan berbeda dari tahun lalu," kata Arighi.
Tak hanya di level tim utama, Pelita Jaya juga membuat gebrakan dengan menjalin kerja sama bersama GMC Cirebon sebagai pemasok pemain muda. Langkah ini dilakukan untuk menjembatani kekosongan pembinaan pemain dari level DBL ke IBL.
"GMC dikenal sebagai gudangnya pencetak pemain muda. Salah satu kekurangan di bola basket Indonesia adalah adanya gap dari DBL ke IBL. Karena itu kita kerja sama dengan GMC,” ujar VP Pelita Jaya, Jeremy Imanuel Santoso.
Dengan wajah baru di berbagai lini, Pelita Jaya siap menatap IBL 2026 dengan ambisi besar. Setelah finis sebagai runner-up IBL 2025 usai kalah dari Dewa United di final tiga gim, PJ kini ingin menyalakan kembali tradisi juara.