IWbA menggelar Rakernas 2026 dengan mengusung tema Regenerasi Kuat, Prestasi Hebat di NOC Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (12/5). (PB IWbA/Hendri K Rahman)

Saat ini, atlet-atlet Indonesia masih mendominasi lima besar rangking dunia woodball.

Di kategori putra, Ahris Sumariyanto berada di puncak, disusul Susilo Marga Nugraha di urutan keempat dan I Putu Ari Kuncoro yang ada di peringkat kelima.

Sedangkan untuk kategori putri, Siti Masitah menempati peringkat satu dan Finda Tri Setianingrum di peringkat kedua.

Capaian tersebut menjadi dasar optimisme PB IWbA untuk mempertahankan posisi puncak peringkat dunia tetap dihuni atlet Indonesia, meskipun terjadi pergantian generasi atlet.

Selain pembinaan, PB IWbA juga menyoroti pentingnya standar teknis pertandingan, khususnya terkait kondisi lapangan. Evaluasi dilakukan menyusul hasil yang belum maksimal di ajang multi-event seperti SEA Games.

Hasilnya, Indonesia akan mendorong standarisasi lapangan dalam forum General Assembly International Woodball Federation pada November mendatang di Taiwan.

“Standar lapangan harus jelas agar kompetisi berlangsung adil, terutama untuk kondisi lapangan yang tidak rata. Sebab itu, kami akan menyuarakan ini ke Federasi Internasional nanti supaya hasilnya bisa adil untuk semua,” jelas Aang.

Dukungan Penuh NOC Indonesia