Agresif dan bek yang dapat membangun serangan dari belakang. Dua hal itu mewakili gaya main Jacquet.
Jacquet memiliki kepercayaan diri, ketenangan dalam mengontrol, mendribel bola melewati lawan dari belakang dan memiliki kemampuan mengoper bola bagus.
Jacquet dapat memainkan bola pendek atau lambung, yang membuatnya dibandingkan dengan kapten Liverpool, Virgil van Dijk.
Pada posisinya, Jacquet dilihat sebagai pemain yang jenius dengan kepekaan taktik dan teknik yang dibutuhkan bek tengah modern.
Memiliki kecepatan dan juga keunggulan duel bola udara, Jacquet masih memiliki kekurangan pada komunikasi dan juga agresivitas bermain.
"Saya tenang saat menguasai bola, mungkin saya terlihat sedikit acuh tak acuh — tetapi saya fokus. Yang mendefinisikan saya adalah kemampuan bermain bagus, menembus pertahanan lawan dengan umpan yang tepat," ucap Jacquet.
3 Mengagumi Dua Bek Liverpool
Virgil van Dijk (Guardian)
Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate, dua bek tengah Liverpool menjadi pemain yang menjadi panutan bagi Jacquet.
"Sebagai bek, Van Dijk dan Konate (idola Jacquet). Tapi saat kecil, idola saya adalah (Paul) Pogba - saya ingin bermain sepertinya," papar Jacquet.
Seiring Jacquet yang akan bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2026, ia dapat belajar banyak dari Van Dijk dan Konate.
Bahkan, Liverpool bak sudah menyiapkan tempat bagi Jacquet untuk menjadi suksesor Van Dijk yang kontraknya habis pada 2027.