Van Basty tampil solid dalam mengawal lini tengah Persija saat menghadapi Persebaya. (Media Persija)

Selain Ridho dan Paulo Ricardo, pemain lain yang menjadi kunci solidnya permainan Persija ketika menumbangkan Persebaya adalah Van Basty Sousa-Fabio Calonego.

Duet mereka memberikan keseimbangan di lini tengah, sehingga Allano Lima, Emaxwell Souza, dan Muhammad Rayhan Hannan bisa fokus membantu sektor penyerangan dengan mengandalkan Eksel Runtukahu sebagai ujung tombak.

Sejatinya, duet Van Basty dan Fabio ini bukan 'barang' baru. Kedua pemain tersebut kerap memainkan peran sebagai double pivot, yang membuat Persija tampil solid di putaran pertama.

Namun, Souza sempat 'mengistirahatkan' duet itu karena memilih memasangkan Fabio Calonego dengan Jordi Amat. Jordi didorong ke depan, lalu Thales Lira menjadi teman duet Rizky Ridho di belakang.

Souza akui duet Fabio dan Van Basty memberikan ketenangan bagi rekan-rekannya. Ia pun memberikan pujian kepada dua pemain asal Brasil tersebut.

Apakah pernyataan ini menjadi sinyal bahwa posisi Jordi Amat dan Thales Lira terancam, pertandingan selanjutnya kontra PSBS Biak akan jadi jawabannya.

Sebab, dalam laga itu, Jordi Amat dan Thales Lira sudah bisa kembali bermain. Keduanya absen di laga kontra Persebaya karena sanksi kartu merah dan akumulasi kartu kuning.

"Tidak perlu diragukan lagi bahwa Fábio dan Souza juga menjaga sektor tersebut dengan sangat baik. Hal ini memberikan kepercayaan diri bagi tim."

"Saya selalu katakan bahwa tim yang bagus adalah tim yang seimbang, tim yang menyerang dan bertahan sama baiknya. Hari ini, kita menyerang dengan bagus dan bertahan dengan solid," tuturnya.