Aksi Allano Lima saat Persija bertandang ke markas Persib, Minggu (11/1). (Media Persija)
Pelatih Persija Mauricio Souza menilai bahwa tidak semua kartu kuning yang didapatkan Allano karena faktor pemainnya itu terlalu emosional.
Di luar itu, Souza berharap orang-orang lebih melihat bagaimana kontribusi Allano untuk Persija.
Allano merupakan satu di antara pemain kunci Persija musim ini dengan mengoleksi 6 gol dan 7 assist dari 20 pertandingan.
Allano juga tujuh kali diganjar gelar pemain terbaik dalam satu pertandingan atau man of the match, termasuk di pertandingan kontra Malut United, Selasa (24/2).
'"Allano meninggalkan lapangan dengan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak berbicara kepada pemain lawan, wasit, atau siapa pun. Saat itu, ada beberapa pemain yang terlibat, dan satu-satunya pemain yang menerima kartu adalah Allano," kata Mauricio Souza.
"Tetapi yang paling membuat saya sedih adalah Anda tidak pernah mengakui kemenangan Persija. Pertanyaan Anda selalu bernada kritis terhadap beberapa pemain di tim kami. Sepertinya tidak ada yang kami lakukan yang memuaskan Anda. Malut menang melawan beberapa lawan yang bersaing untuk gelar di sini, di stadion mereka sendiri. Dan kami datang ke sini untuk pertandingan yang sangat sulit dan berhasil menang."
"Saya pikir ini adalah kali ketujuh Allano memenangkan penghargaan pemain terbaik. Tetapi kita hanya fokus pada kartu kuningnya, yang sangat menyedihkan. Apakah Allano pemain yang tidak bertanggung jawab yang mendapat begitu banyak kartu," ujar Souza.
"Kami telah berbicara dengannya beberapa kali, dan dia telah mengendalikan dirinya. Dia pemain yang bersemangat, pemain yang mencari permainan, yang mencari konfrontasi, tetapi hari ini dia sama sekali tidak melakukan apa pun yang pantas mendapatkan kartu. Dan saya akan fokus pada kemenangan Persija dan bukan pada kartu Allano," tutur pelatih asal Brasil tersebut.