Pemecatan itu dilakukan setelah sebelumnya Amorim menyindir manajemen, menegaskan ia datang sebagai manajer Man United dan bukan sekedar pelatih kepala.

Dalam konteks tersebut, Amorim singkatnya tidak ingin diatur atau diintervensi dari caranya melatih, juga mengenai taktik, dan pemilihan pemain.

Menurut pakar bahasa tubuh, Darren Stanton, Amorim merasa dikhianati oleh hierarki Man United dan marah.

RubenRuben Amorim (bbc)

"Amorim tidak menyalahkan timnya atas situasi ini," kata Stanton dikutip dari Goal.

"Dia terlihat seperti orang yang merasa telah diseret untuk diinterogasi di pengadilan atas masalah yang bukan kesalahannya."

"Saya pikir dia merasa dikhianati dan disesatkan, tetapi saya pikir sebagian besar itu adalah pengkhianatan. Saya pikir dia merasa telah dikorbankan."

"Mata Amorim melotot. Alisnya turun. Ekspresi wajahnya seolah berkata, 'Sudah kubilang, sekarang lupakan saja'."

"Dia marah karena terus-menerus dikaitkan dengan topik ini."

"Lalu kita melihat senyum licik di wajahnya. Itu adalah penghinaan. Itulah yang kita sebut senyum bilateral. Itu adalah kesalahan gestur."

"Ketika kita tersenyum di satu sisi wajah kita, itu adalah cara untuk mengekspresikan penghinaan dan dalam konteks ini Amorim secara efektif mengatakan bahwa dia telah mengatakan semua yang ingin dia katakan, dan sekarang Anda tidak mendengarkan saya," urai Stanton.

Man United belum menunjuk pelatih baru pengganti Amorim dan untuk sementara, kursi kosong itu ditempati oleh pelatih interim, Darren Fletcher.