EnzoEnzo Maresca (X/FabrizioRomano)

Chelsea seyogyanya dalam posisi yang bagus: berada dalam persaingan merebutkan zona Liga Champions, juga masih tampil kompetitif di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions.

Maresca dapat mengatur kedalaman skuad Chelsea dengan baik dan itu semua mengarah ke satu pertanyaan, mengapa Chelsea memecat Maresca?

Isu keretakan sudah muncul ketika baru ini, Maresca mengeluhkan kurangnya dukungan hierarki Chelsea setelah klub melalui banyak jadwal padat musim ini.

Keputusan yang diambil Chelsea saat ini merupakan klimaks dari keluhan Maresca kepada media, namun, kabar menarik datang dari David Ornstein di Athletic.

Dituturkan oleh Ornstein, Maresca telah diam-diam berbicara kepada Manchester City soal kans melatih di sana menggantikan Pep Guardiola.

Maresca melakukannya saat masih di bawah kontrak Chelsea dan itu kabarnya membuat manajemen kesal.

"Sumber-sumber yang diberi informasi tentang masalah ini, namun tidak berwenang untuk berbicara di depan umum," tutur Ornstein.

"Mengindikasikan bahwa Maresca memberi tahu Chelsea — dua kali pada akhir Oktober dan sekali lagi pada pertengahan Desember — bahwa ia sedang berbicara dengan orang-orang yang terkait dengan City tentang pencalonannya untuk posisi manajer jika dan ketika lowongan muncul di masa mendatang."

"Ini adalah sesuatu yang secara kontraktual wajib ia lakukan terkait dengan pembicaraan dengan klub lain mana pun," urainya.

Kini, Chelsea disinyalir tertarik merekrut pelatih asal Inggris yang menangani Strasbourg, Liam Rosenior, sebagai suksesor Maresca.