Di tangan Carlos, performa Madura United memang tak kunjung bangkit. Malah di pekan ke-24 ini, Lulinha dkk resmi nyemplung ke zona degradasi.

Dari 14 pertandingan bersama Carlos, Madura United hanya meraih satu kemenangan, yakni saat membantai Semen Padang dengan skor 5-1.

Namun, Madura United merana di laga-laga lainnya. Sembilan di antaranya berakhir dengan kekalahan, dan empat pertandingan lain berakhir sama kuat.

Berlaga di hadapan suporter pun tampak sangat berat. Kemenangan sulit di dapat saat mereka berlaga di Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Gelombang protes dari suporter pun menjadi makanan rutin setiap laga kandang. Bahkan di laga home vs Malut United suporter sampai melempar petasan sebagai bentuk protes.

"Manajemen bergerak cepat dalam mengambil langkah ini, sekaligus menjawab harapan para suporter yang menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap tim," kata Umar.

"Dalam waktu dekat, manajemen akan segera mencari pelatih baru yang diharapkan mampu menyetel kembali kondisi tim dan membawa performa tim kembali ke jalur yang lebih baik," sambungnya.

Melihat singkatnya waktu, nampaknya Madura United akan mendatangkan pelatih yang sudah tidak asing dengan sepak bola Indonesia.

Melihat track recordnya, kemungkinan Madura United akan mendatangkan pelatih asing. Joel Cornelli disebut akan menjadi nahkoda baru bagi Laskar Sape Kerrap. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)