NorthNorth West Derby (Getty Images)

Menurut The Athletic, Liverpool dan Man United sama-sama mengajukan protes agar unggahan dari Grok di media sosial X dihapus.

Grok menjawab permintaan dari pengguna X lain dan membuat unggahan yang melewati batas terkait kematian Diogo Jota, tragedi Munich Air Man United, dan Hillsborough.

"Kabar terbaru: platform media sosial X tengah menginvestigasi unggahan rasial dan ofensif Grok," demikian pernyataan dari Sky News.

"Pengguna menggunakan Grok untuk menghasilkan respons yang vulgar, terutamanya menargetkan Hindu, Islam, dan juga grup fans sepak bola."

Unggahan dari Grok di X tersebut melewati batas dan menurut banyak pihak, X yang dimiliki Elon Musk seyogyanya lebih baik dalam mengatur program Grok.

"Unggahan-unggahan ini menjijikkan dan tidak bertanggung jawab," kata seorang juru bicara Departemen Sains, Inovasi, dan Teknologi kepada The Athletic.

"Unggahan-unggahan ini bertentangan dengan nilai-nilai dan kesopanan Inggris.

"Layanan AI, termasuk chatbot yang memungkinkan pengguna untuk berbagi konten, diatur berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online dan harus mencegah konten ilegal, termasuk kebencian dan materi yang bersifat kasar, di layanan mereka."

"Kami akan terus bertindak tegas jika dianggap bahwa layanan AI tidak melakukan cukup upaya untuk memastikan pengalaman pengguna yang aman."

Ian Byrne, selaku bagian dari parlemen untuk Liverpool West Derby, juga mengomentari unggahan Grok tersebut.

"Komentar-komentar yang disorot sangat mengerikan dan sama sekali tidak dapat diterima, dan akan membuat sebagian besar penggemar merasa ngeri dan jijik," imbuh Byrne.

"Sungguh mengejutkan dan menyedihkan bahwa bahasa yang penuh kebencian seperti ini dapat dihasilkan oleh Grok di platform sebesar ini."