
Mantan penyerang Inter Milan Christian Vieri menilai sesuatu perlu diubah dari sepak bola Italia.
"Level sepak bola Italia buruk. Ini adalah masalah struktural. Kami memainkan sepak bola yang sangat lambat. Anda dapat bertanya kepada manajer mana pun di Italia dan mereka semua akan mengatakan hal yang sama," kata Vieri.
"Saya berbicara dengan Claudio Ranieri beberapa hari yang lalu dan dia berkata: pemain tidak berlatih lebih keras daripada di Italia, tapi mereka hanya melakukannya dengan intensitas yang berbeda, dan kemudian mempertahankan intensitas itu selama pertandingan."
"Kami bermain lambat, dan di Eropa Anda akan menderita," lanjut Vieri.
Meskipun Inter memiliki skuad lebih mahal dengan gaji jauh lebih tinggi daripada Bodo, Verri menilai klub-klub Italia kehilangan pemain terbaik ke luar negeri.
Contohnya, top scorer Serie A musim lalu, Mateo Retegui, pindah ke Al-Qadsiah di Arab Saudi, Ademola Lookman ke Atletico Madrid, dan Tijjani Reijnders dari AC Milan ke Manchester City.
Sementara sebagian besar skuad timnas masih bermain di Italia, nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Riccardo Calafiori, Sandro Tonali, dan Retegui kini berada di luar negeri.
Selain itu, klub-klub Serie A kini kesulitan menghasilkan pemain muda yang siap bersaing di level tinggi.
Akademi di Italia tidak cukup menghasilkan pemain untuk tim utama.
Sepak bola Italia kini menghadapi tekanan struktural dan prestasi.
Babak play-off yang akan dijalani Juventus dan Atalanta menjadi ujian terakhir untuk mempertahankan reputasi Serie A di kancah Eropa.