Memprediksi akan unggul jumlah pemain menjadi salah satu penyebab Tavares menempatkan Lelis di lini depan. Lelis yang memiliki postur tinggi diharapkan bisa menjadi solusi saat situasi sepak pojok.
Apalagi disaat itu Persebaya dalam situasi tertinggal 1-2 dari tim tamu. Sayangnya perubahan yang dilakukan Tavares belum membuahkan hasil.
Tavares pun sebenarnya tidak memainkan Lelis sebagai striker secara dadakan. Di sesi latihan sebelum laga kontra Bhayangkara FC, rupanya Lelis sempat dijajal sebagai striker.
"Kami sudah mencoba rencana ini di latihan. Di latihan, dia mencetak gol dengan baik. Di sini, dia tidak mendapatkan kesempatan itu," kata Tavares.
"Namun bagaimanapun, saya menyukai Lelis. Dia mencoba berkorban. Karena dia berusaha berjuang untuk tim," sambung pelatih asal Portugal tersebut.
Hadirnya Lelis sebagai striker gagal mengubah skor. Persebaya dipaksa menelan kekalahan di kandang sendiri. Rekor tak terkalahkan di 13 beruntun pun tercoreng. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)