Saat ini Cornelli menjabat sebagai pelatih timnas putri Malaysia. Dengan adanya jadwal turnamen membuat pelatih asal Brasil itu harus mendampingi anak asuhnya.

Madura United dipaksa memutar otak untuk mencari pelatih yang pas. Namun banyak kendala yang harus dihadapi oleh tim kebanggan Pulau Garam tersebut.

Opsi untuk merekrut pelatih asal Eropa maupun Amerika Latin pun nampak sulit.

"Khususnya dalam hal akomodasi penerbangan yang terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah," jelas Annisa.

Manajemen Madura United mencoba mencari sosok pelatih asal Asia. Sayangnya menurut meteka tidak ada yang cocok dengan kebutuhan tim saat ini. "Kami memahami situasi ini bukan hal yang mudah, baik bagi tim maupun para suporter," tutur wanita berusia 30 tahun tersebut.

Sementara itu, Madura United dalam situasi terpuruk. Rentetan hasil buruk membuat mereka merosot ke zona merah. Jika tak kunjung bangkit, bayangan degradasi semakin menghantui. (Laporan Kontributor Arjuna Pratama)