Brasil arahan Vicente Feola bukan tim unggulan kala itu, terlebih belum pernah ada negara yang memenangi Piala Dunia di luar benua mereka sendiri.
Namun, catatan itu tak membuat Feola pesimis dan memiliki keyakinan penuh pada skuadnya yang berisikan nama top di Brasil semisal Hideraldo Bellini, Garrincha, Mario Zagallo, dan Pele.
Dilansir dari Athletic, Brasil memperkenalkan taktik revolusioner 4-2-4 dengan keseimbangan pada sisi defensif yang solid, juga serangan mematikan, yang kemudian menjadi standar baru pada sepak bola modern.
Di fase grup 4 yang berisikan Inggris, Austria, dan Uni Soviet, Brasil menang dua kali, imbang sekali, dan lolos sebagai pemuncak grup.
Di perempat final, Brasil menang 1-0 atas Wales melalui gol Pele dan di semifinal mengalahkan Prancis melalui skor 5-2 melalui hat-trick gol Pele.
Kegemilangan Brasil berlanjut di final, melawan Swedia yang diunggulkan karena bermain di depan fans. Terlebih, Swedia arahan George Raynor bermain sistematis, disiplin menjaga posisi ala tim-tim Eropa.
Tidak mudah bagi Brasil mengalahkan Swedia tapi dengan talenta alami Negeri Samba, serta sepak bola Jogo Bonito yang melekat, Brasil 'menari-nari' di ranah Swedia.
Brasil menjadi juara melalui kemenangan 5-2 dari dua gol Vava, Pele, dan Zagallo yang membalas gol Nils Erik Liedholm dan Tore Klas Agne Simonsson.
Brasil menjadi negara pertama yang juara di luar benua sendiri di Piala Dunia, dan itu adalah awal dari cerita panjang perjalanan Brasil dalam peta sepak bola dunia.