Sudah bukan rahasia umum lagi, Benito Mussolini adalah pemimpin fasis Italia yang menggunakan Piala Dunia 1934 sebagai alat propaganda untuk memperlihatkan kekuatan rezimnya kepada dunia.
Bahkan para pemain Italia, yang dilatih Vittorio Pozzo, berada di bawah tekanan besar untuk menang dengan slogan yang ramai diperbincangkan "Menang atau Mati".
Idiom itu saat ini dapat dilihat sebagai kata-kata kiasan dengan makna memotivasi, tetapi pada 1934 konteks dari slogan tersebut bermakna harfiah (pemain bisa benar-benar mati jika tidak serius bermain).
Kontroversi itu tak berhenti sampai di situ, ada juga momen saat beberapa keputusan wasit laga, yang melibatkan Italia, menguntungkan tuan rumah.
Itu terlihat di delapan besar saat Italia bertemu Spanyol dan berakhir 1-1, tetapi laga - uniknya - diulang kembali dan Italia keluar sebagai pemenang.
Dan dari Piala Dunia 1934 juga istilah oriundi dibahas, yang memiliki arti pemain lahir di luar Italia tetapi memiliki garis keturunan Italia.
Saat itu, ada Luis Monti dan Raimundo Orsi yang lahir di Argentina tapi berdarah Italia. Monti juga tercatat sebagai satu-satunya pemain yang tampil di dua final Piala Dunia, tetapi untuk dua negara berbeda: dengan Argentina pada 1930 dan Italia pada 1934.