Senior Manajer brand AZA, Arif Rahman Hakim mengatakan, begitu mendengar kisah pilu almarhum Mandala, ingatan tim AZA langsung tertuju pada sejarah berdirinya brand ini.
Founder DBL Indonesia Azrul Ananda memang di sejumlah kesempatan kerap bicara tentang sejarah berdirinya brand AZA. Brand itu lahir untuk menghancurkan barrier anak-anak Indonesia dalam bermain basket.
Ceritanya, di awal kompetisi DBL digelar di berbagai daerah di Tanah Air, tim DBL Indonesia menemukan fakta bahwa penghalang anak bermain basket adalah sepatu. Sepatu basket merupakan apparel yang termasuk boros pemakaiannya.
Saat itu, di awal kompetisi DBL berjalan ditemukan begitu banyak anak Indonesia di sejumlah daerah bermain basket dengan sepatu seadanya.
Tidak proper. Sebab saat itu tidak banyak brand sepatu lokal yang punya sepatu basket dengan harga terjangkau tapi kualitasnya bisa menunjang performa pemain. Dari sana hadirlah sepatu AZA.
“Saat itu kami banyak menemukan kasus anak-anak sepatunya kekecilan. Atau kalau tidak sepatunya sengaja dibesarkan agar lebih awet. Kasusnya sama seperti yang terjadi pada almarhum Mandala ini,” kata Hakim, sapaan akrab Arif Rahman Hakim.