GolGol Ramon Tanque ke gawang Madura United di Stadion GBLA, Kamis (26/2). (Persib.co.id)

Igor membenarkan empat gol yang tercipta tersebut, terlahir oleh para pemain penyerang Persib Bandung. Tapi, ia memastikan hal itu terjadi karena ada andil seluruh lini.

“Kami tidak terburu-buru dan terkadang kami mengubah temponya. Kami kadang menurunkan temponya menjadi lebih lambat dan memberikan aliran operan ketika menyerang. Bola tiba dari lini belakang dan tengah ke ruang terbuka. Ketika pemain depan mendapat umpan yang berkualitas, mereka bisa membuat peluang yang bagus dan mencetak gol,”

“Persiapan, penciptaan peluang dan eksekusi akhirnya bisa menghasilkan gol dan kadang tidak bisa menjadi gol. Yang pasti anda harus bisa menciptakan banyak peluang,”

“Seperti saya katakan kemarin, saya ingin membawa Barros datang ke sini karena membahas soal itu (penyerangan) kemarin. Bicara mengenai bagaimana mencetak gol dan bagaimana barisan depan bekerja. Ketika ada serangan balik, penyerang sayap berlari ke belakang dan itu yang dibutuhkan untuk memenangi liga,” bebernya.

Menurutnya, tidak ada pemain bertahan dan pemain menyerang di sepak bola. Ketika menguasai bola, maka seluruh pemain adalah penyerang untuk bersiap membuat peluang.

“Ketika tidak menguasai bola, semua pemain adalah bek. Tidak ada pemain di belakang, semua harus melakukan pressing, lalu ada yang bertugas memotong jalur operan dan ada pemain paling belakang termasuk kiper untuk menjaga peluang lawan,”

“Semua bertahan dan menyerang bersama, karena itu kunci untuk meraih kemenangan. Mereka bermain sebagai tim dan harapannya kami menjadi juara lagi,” jelasnya.

Dengan kemenangan ini, Persib terus menjaga jarak poin di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 53 poin. Sedangkan Madura United tertahan di posisi 14 dengan 20 poin. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)