Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, saat memberikan instruksi dari pinggir lapangan. (Media Persija)

Mauricio Souza menilai Persija kembali melakukan kesalahan seperti di pertandingan sebelumnya kontra PSBS Biak.

Kesalahan itu ialah tidak adanya kreativitas untuk membongkar rapatnya pertahanan lawan.

Beberapa peluang yang didapatkan juga gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Hasil imbang dengan PSIM membuat langkah Persija Jakarta mengejar gelar juara musim ini makin berat.

Persija kini mengumpulkan 59 poin dari 29 pertandingan, terpaut 6 poin dari Persib Bandung dan 4 poin dari Borneo FC.

Namun, Persib dan Borneo FC belum memainkan pertandingan pekan 29. Berdasarkan jadwal, Persib akan menjamu Arema FC pada 24 April, sedangkan Borneo FC ditantang Semen Padang sehari setelahnya.

"Saya selalu mengatakan: pelatih mengontrol performa, dia tidak mengontrol hasil pertandingan. Saya perlu menonton pertandingannya lagi, namun sejauh yang saya lihat dan saya ingat, kami memiliki semua peluang untuk memenangkan pertandingan. Semuanya," ujar Souza.

"Saya mengenal tim lawan dengan baik, saya sangat suka cara mereka bermain, tetapi hari ini mereka tidak berhasil menciptakan apa pun, sama sekali tidak ada. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa di pertandingan ini. Praktis ini adalah pertandingan milik satu tim saja."

"Satu lagi alasan bagi kami untuk memiliki kompetensi dalam mencetak gol-gol yang gagal kami buat hari ini. Kami harus lebih kreatif di sepertiga akhir lapangan, perlu lebih banyak memenangkan duel di sepertiga akhir dan kami tidak melakukannya di pertandingan lalu, begitu juga di pertandingan ini," tutur pelatih asal Brasil tersebut.