ViktorViktor Gyokeres (mirror)

Setelah awal yang lambat, Gyokeres tampak mulai menemukan ritmenya saat mencetak gol di Burnley, memimpin lini depan dengan baik, namun kemudian cedera dan performanya terganggu di awal November.

Sejak kembali, dia tampak berat, kaku, dan canggung.

Saat melawan Brighton dan Aston Villa, Gyokeres kembali tampil mengecewakan.

Dia tidak mendapatkan cukup sentuhan bola, tidak memberikan ancaman gol, dan terkadang, seolah-olah Arsenal bermain dengan sepuluh pemain.

"Menurut saya, satu-satunya sisi negatif dari penampilan Arsenal adalah Gyokeres seharusnya tidak menjadi starter, apalagi mereka punya pemain seperti Jesus," ujar Jamie Carragher usai laga Arsenal melawan Aston Villa.

Arteta sejauh ini masih memberi kepercayaan kepada Gyokeres.

Yang menjadi faktor besar dalam keputusan itu adalah etos kerjanya.

Dia berlari, menutup pergerakan bek lawan, dan para penggemar menghargai kerja kerasnya.

Lebih lanjut, suasana di ruang ganti menunjukkan apresiasi atas apa yang dia lakukan untuk tim, menciptakan ruang dan membuka peluang bagi pemain lain. Pemain lain menyukainya.

Namun kini Arsenal dan Arteta sudah memiliki opsi lain, Gabriel Jesus dan Kai Havertz.

Mudah untuk melupakan betapa bagusnya Jesus, pemain yang mengubah permainan bagi Arteta.

Jangan lupakan juga Havertz yang kontribusinya dalam hal pressing, gol, teknik, dan keterampilan menjadikannya striker pilihan utama Arteta dalam jangka panjang.

Namun, untuk saat ini, Arteta harus membuat keputusan tersulit mengenai Gyokeres.