Chivu juga menegaskan apabila status juara paruh musim tak berarti apapun untuk Inter saat ini, karena yang terpenting baginya adalah posisi puncak klasemen pada Mei.
"Saya pernah memenangkan gelar semi-final juara musim dingin sebelumnya dalam karier saya, tetapi itu tidak berarti apa-apa, yang penting adalah berada di sana pada bulan Mei," tegas Chivu.
"Artinya, kami kompetitif, tetapi seperti yang saya katakan beberapa hari yang lalu, ini akan menjadi pertarungan sampai akhir untuk setiap poin."
Chivu juga menuturkan alasan memberikan Inter waktu libur sehari sebelum laga melawan Lecce, yang sempat dikritik media Italia.
"Semuanya relatif, saya tidak perlu membenarkan pilihan saya," imbuh Chivu.
"Saya membuat keputusan ini karena pengalaman saya, apa yang saya lihat dalam latihan, apa yang saya lihat di mata para pemain ini."
"Mungkin sepak bola Italia tidak terbiasa dengan cara saya melakukan beberapa hal dan mungkin tampak aneh, terkadang berhasil dan terkadang tidak, tetapi semua itu tidak menarik bagi saya."
"Yang menarik bagi saya adalah lima bulan ke depan di musim ini."
"Saya percaya pada para pemain ini, tidak ada yang menjamin kemenangan hanya dengan latihan intensif."
"Mengingat semua latihan intensif yang pernah saya ikuti sebagai pemain, seharusnya saya memenangkan setiap turnamen. Saya percaya pada kedewasaan para pemain saya," pungkasnya.