Menurut Suharmawan, melalui tema Regenerasi Kuat dan Prestasi Hebat, para pengurus di tingkat daerah bisa saling bertukar pikiran untuk memikirkan masa depan Woodball Indonesia agar lebih baik. Sebuah hadirnya prestasi memerlukan sistem regenerasi yang kuat.

“Kami berharap ini jadi wadah melahirkan inovasi program kerja yang adaptif terhadap pola kerja yang modern. Fokus utama kita evaluasi program 2025 dan penyusunan kalender 2026,” jelas Suharmawan yang juga Koordinator Bidang Pengembangan IWbA ini.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) PB IWbA, Aang Sunadji, mengatakan regenerasi menjadi fokus utama, karena banyak pengurus woodball di negara-negara lain yang vakum akibat kekurangan penerus.

“Ini penting kita bahas, bahwa Woodball Indonesia tak boleh seperti itu. Kalau kita telat dan mengandalkan orang-orang itu saja, kita akan ketinggalan,” tutur Aang.

Aang mengapresiasi dukungan pengurus provinsi di IWbA yang fokus melahirkan atlet muda melalui pembinaan yang berjenjang.

“Saya acungkan jempol ke pengurus provinsi bahwa pembinaan hadir dari pengurus provinsi. Bapak Ibu (pengurus) mau menggali talenta muda sehingga kami gampang mencari atlet muda,” jelas Aang.

Ketua Umum (Ketum) PB IWbA, Aang Sunadji saat memberikan sambutan di pembukaan Rakernas IWbA, Selasa (12/5). (BolaSkor.com/Saskia Khofifah)

Aang juga mengapresiasi dukungan pengurus di level daerah yang disebutnya kompak.

“Tidak ada superman tapi superteam. Saya bahagia dikelilingi superteam yang hebat, yang selalu mengingatkan saya,” ucap Aang.

Aang berharap rakernas ini bisa melahirkan satu formulasi baru program yang bisa membawa Woodball Indonesia menjadi lebih baik.

“Kita akan berdiskusi dan bermusyawarah demi kemajuan Woodball Indonesia,” tutup Aang.

Dukungan Penuh NOC Indonesia

Sementara itu, Komite Eksekutif NOC Indonesia Harry Warganegara memastikan pihaknya akan mendukung kemajuan Woodball Indonesia.

“Kami apresiasi prestasi Woodball Indonesia yang terus meningkat. Kami pastikan dukung penuh kemajuan prestasi Woodball Indonesia,” jelas Harry.

Penulis: Kanugrahan